Minggu, 30 September 2012

proposal skripsi

perbandingan pendapatan petani yang masuk dan tidak masuk kelompok tani di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur


BAB I.
PENDAHULUAN
1.1.       Latar Belakang
Negara  Indonesia dikenal dengan negara agraris, artinya pertanian masih memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian negara. Sektor pertanian sekarang ini masih menjadi sektor utama pembangunan nasional karena peranannya dalam penyediaan pangan, bahan baku industri, pakan dan energi, penyediaan lapangan kerja serta sumber devisa. Meskipun pembangunan pertanian selama ini dilakukan dengan maksimal, namun masih ada saja hambatan-hambatan atau masalah-masalah terutama kaitannya dengan perubahan lingkungan atau iklim global yang semakin dinamis.
Menurut Balai Informasi Pertanian NTB bahwa pelaksana pembangunan pertanian adalah petani. Peran serta masyarakat di pedesaan yang umumnya memiliki mata pencaharian di sektor pertanian (petani) sangat strategis dalam menunjang keberhasilan pembangunan pertanian. Oleh karena itu pengetahuan dan keterampilan petani harus terus ditingkatkan sehingga para petani dapat melakukan pengelolaan usahatani lebih baik dan lebih lanjut dapat meningkatkan kesejahteraannya juga dapat memperlancar proses pembangunan khususnya pembangunan pertanian.
Untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian melalui transformasi teknologi baik yang bersifat teknis maupun non teknis diperlukan suatu organisasi yang dapat diandalkan sebagai wadah dalam rangka transformasi inovasi, kegiatan-kegiatan pembinaan, penyuluhan serta bantuan-bantuan kepada petani seperti pinjaman lunak atau kredit usahatani untuk mengatasi persoalan permodalan.
Kelompok tani merupakan suatu organisasi yang terdiri dari petani-petani yang memiliki kesamaan pandangan dan kebutuhan dapat digunakan sebagai wadah dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut. Kegiatan-kegiatan pembinaan kelompok tani terhadap petani dapat memotivasi dan memfasilitasi petani untuk mengembangkan uasaha taninya, oleh karena itu peranan kelompok tani yang berupa kegiatan-kegiatan dalam memotivasi dan memfasilitasi petani sangat dibutuhkan, guna lebih terarahnya usaha yang dilakukan petani dalam rangka merubah dan meningkatkan pendapatan usaha taninya.
Pembangunan pertanian bertujuan untuk meningkatkan produksi, meningkatkan pendapatan petani dan kesempatan kerja sektor pertanian, meningkatkan ekspor non migas, mendukung sektor industri, menjaga kelestarian sumberdaya alam  dan lingkungan serta meningkatkan pembangunan pedesaan secara terpadu dan serasi. Untuk mencapai tujuan tersebut ditempuh melalui empat usaha pokok, yaitu : (1) intensifikasi (2) ekstensifikasi (3) diversifikasi (4) rehabilitasi (BP3K Kecamatan Suela).
Kegitan intensifikasi terutama untuk komoditi tanaman pangan dan holtikultura dilaksanakan para petani dilahan sawah dan lahan kering dengan penerapan tehnologi pasca panen yang belum sepenuhnya sesuai anjuran. Sementara itu, kegiatan ekstensifikasi pertanian yang sudah dilaksanakan berupa kegiatan percetakan sawah secara swadaya di beberapa desa yang memiliki potensi lahan kering atau tegalan yang cukup luas. Selanjutnya, untuk  kegiatan diversifikasi pertanian maka upaya-upaya yang telah dilaksanakan adalah mengembangkan pola tanam ganda (tumpang sari) antara komoditi tanaman pangan, jagung, kacang tanah, kacang hijau dan lain-lain, dengan tanaman kehutanan atau tanaman perkebunan di lahan-lahan kering yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan keadaan social ekonomi petani setempat dengan memberikan bantuan sarana produksi dan bimbingan tehnis. Untuk kegiatan rehabilitasi pada intinya adalah penghijauan dimaksudkan untuk memperbaiki kembali tata guna air tanah bagi upaya peningkatan produksi dengan cara penanaman tanaman penghijauan pada lahan kering atau tegalan dan lahan kritis.
Sejalan dengan dilaksanakannya usaha-usaha pokok tersebut di atas peranan kelompok tani sangat penting dan setrategis, baik kelompok tani sebagai unit produksi, usaha kerja sama maupun tempat belajar. Oleh karena itu kelompok tani dibina dengan sungguh-sungguh agar dapat memberikan dukungan terhadap pelestarian swasembada  beras dan pencapaian swasembada pangan umumnya.
Kelompok tani sebagai unit produksi kelas belajar dan wahana berorganisasi bagi petani, telah terbukti dapat meningkatkan partisipasi para petani dalam setiap kegiatan pembangunan pertanian. Meskipun dalam perakteknya kebanyakan anggota hanya dilibatkan sebagai anggota yang terdaftar nama­nya, diajak berkumpul, diberi ma­sukan kemudian diberi uang jalan pengganti transpor dan uang saku sekadarnya. Sayang­nya pada setiap acara dan pertemuan, tanda tangan keha­diran dan uang saku selalu menjadi hal yang utama. Subs­tansi pertemuan dan tujuan pem­bangunan menjadi nomor dua.
Perkembangan ini telah merubah perilaku kebanyakan petani menjadi manja dan selalu mendambakan bantuan dan uang saku atau uang transpor. Hal ini menyebabkan kualitas sumber daya manusia tidak bergerak menjadi lebih baik dan lebih maju, maju cara berpikir dan maju berperilaku. Saat ini lebih banyak petani yang mau berkumpul bila dijanjikan akan diberi uang saku, dan tidak banyak yang mau berkumpul karena merasa ada yang akan diperolehnya pada pertemuan itu, yaitu ilmu pengetahuan dan keterampilan baru untuk mem­perbaiki kinerja dan kehidupan mereka akan tetapi sebaliknya banyak petani yang tidak mau berkumpul jika tidak dijanjikan akan mendapat imbalan. Sehingga mengakibatkan adanya dari masyarakat petani yang keluar dari kelompok tani.
Perkembangan kelembagaan petani di Kecamatan Suela tercermin dari dinamika kelompok (klasifikasi aktif, semi aktif, atau tidak aktif). Di Kecamatan Suela pada tahun 2011 terdapat 98 kelompok tani dengan jumlah anggota 5776 orang petani dan luas areal kelompok 3703 hektar (BP3K  Kecamatan Suela).
Di Desa Suela pada tahun 2011 terdapat 13 kelompok tani dengan jumlah anggota 991 orang dengan luas lahan 547 ha (BP4K Kabupaten Lombok Timur, 2012). Sedangkan pada tahun 2012 di Desa Suela terdapat 12 kelompok tani, hal ini lebih jelas disajikan pada Tabel 1.1.
Tabel.1.1.    Perkembangan Kelompok Tani Di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur Dirinci per Dusun, Tahun 2011.
No
Dusun
Nama Kelompok
Jumlah Anggota
Ketua kontak tani
1

Cempaka

Kopang 1
33
A.  Sena
Grenggengan
48
A.  Sena
Lemor baru
64
A.  Hernawati
Hidup baru
69
H.  Nasuhun
Cempaka putih
38
A.  Nep
Fajar menyingsing
130
A.  Sriwarni
2
Suela daya
Ingin bahagia
136
H.  Nanang
Tanah uji
67
H.  Jaelani
3
Suela lauq
Tampiasih
49
H.  Umar.  sh
Ingin maju
115
A.  Baehan
4
Bilakembar
Smangat patuh
118
H.  Sabri
Urat genteng
59
H.  Tahir
Jumlah

926

Sumber : Data Primer Diolah dan BP4K Kabupaten Lombok Timur Tahun 2012
            Dari Tabel 1.1, menunjukkan bahwa Dusun Cempaka memiliki jumlah kelompok tani yang paling banyak yaitu 6 kelompok dengan jumlah anggota 382 orang, sedangkan Dusun yang lainnya memiliki 2 kelompok yang dimana Dusun Suela Daya dengan jumlah anggota terbanyak kedua setelah Dusun Cempaka dengan jumlah anggota 203 orang dan Dusun Bilakembar dengan jumlah anggota 177 orang sedangkan Dusun Suela Lauq memiliki jumlah anggota yang paling sedikit dibandingkan dengan Dusun yang lainnya yaitu sebanyak 164 orang.
Di Desa Suela telah terjadi penurunan jumlah kelompok tani yang dimana pada tahun 2011 berjumlah 13 kelompok dengan jumlah anggota 991 orang menjadi 12 kelompok dengan jumlah anggota 926 dan ini terjadi pada tahun 2012,  dan dari keseluruhan jumlah penduduk Desa Suela yang bermata pencaharian disektor pertanian tidak semuanya masuk menjadi anggota kelompok tani, hal ini dapat kita lihat dari Tabel 1.2 :
Tabel 1. 2.  Jumlah Petani yang Masuk dan Tidak Masuk Kelompok Tani di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur Dirinci per Dusun, Tahun 2012.
No
Dusun
Petani yang Masuk Kelompok Tani
(orang)
Petani yang Tidak Masuk Kelompok Tani (orang)
Total Petani di Desa Suela
(orang)
1
Suela Daya
232
0
232
2
Suela Lauq
95
20
115
3
Cempaka
239
21
260
4
Bila Kembar
66
13
79
Jumlah
632
54
686
Sumber : Data Primer diolah
Dari Tabel 1.2 menunjukkan banyaknya petani yang ada di setiap dusun di Desa Suela dan jumlah petani yang masuk dan tidak masuk kelompok tani dimana Dusun Cempaka memiliki jumlah petani yang paling banyak dibandingkan dengan dusun yang lainnya dengan jumlah petani 260 orang, dari 260 orang tersebut yang terdaftar menjadi anggota kelompok tani adalah sebanyak 239 orang dan tidak terdaftar atau belum masuk menjadi anggota kelompok tani adalah 21 orang sedangkan Dusun Suela Daya jumlah petani yang terdaftar menjadi anggota kelompok tani adalah semua petaninya sudah menjadi anggota kelompok tani yaitu sebanyak 232 orang dan Dusun Suela Lauq jumlah petani yang ada sebanyak 115 orang dengan jumlah petani yang masuk atau terdaftar menjadi anggota kelompok tani sebanyak 95 orang dan yang belum masuk atau belum terdaftar sebanyak 20 orang, dan Dusun Bilakembar dengan jumlah petani yang paling sedikit dibandingkan dengan Dusun yang lainnya yaitu sebanyak 66 orang yang masuk atau terdaftar menjadi anggota  kelompok tani, 13 orang yang belum masuk atau belum terdaftar menjadi anggota kelompok tani dan jumlah keseluruhan petani yang ada di Dusun Bilakembar sebanyak 79 orang.
Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa terdapat beberapa manfaat adanya kelompok tani sebagai wadah di tingkat petani terutama dalam rangka transformsi inovasi. Beberapa manfaat adanya kelompok tani antara lain adalah: (1) Kelompok tani merupakan wadah belajar, mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani, sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera. (2)  Kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompoktani dan antar kelompoktani serta dengan pihak lain. Melalui kerjasama ini diharapkan usaha taninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. (3) Usahatani yang dilaksanakan oleh masing-masing anggota kelompoktani, secara keseluruhan harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas  (Peraturan menteri pertanian Nomor:273/Kpts/OT.160/4/2007). Dari beberapa manfaat adanya kelompok tani tersebut berimplikasi pada perubahan-perubahan aspek sosial ekonomi petani. Melalui wadah kelompok tani, transpormasi inovasi menjadi lebih lancar sehingga memungkinkan perbaikan pengelolaan petani dibandingkan tanpa adanya wadah kelompok tani.
Permasalahannya adalah: (1) apakah adanya kelompok tani benar-benar telah menjadi wadah (kelembagaan) yang efektif ditingkat petani?; (2) apakah petani yang menjadi anggota kelompok tani dapat melakukan pengelolaan usaha tani lebih baik dibandingkan dengan petani yang tidak menjadi anggota kelompok tani?; (3) apakah produksi dan pendapatan petani yang menjadi kelompok lebih besar dibandingkan dengan petani yang tidak menjadi anggota kelompok tani?; (4) apakah usaha tani pada petani yang menjadi anggota kelompok lebih efisien (efisiensi usaha tani) dibandingkan dengan petani yang tidak menjadi anggota kelompok tani?; dan (5) apa saja masalah yang dihadapi petani dalam pelaksanaan usaha taninya.
Dalam rencana penelitian ini, yaitu untuk membandingkan pendapatan petani yang masuk dan tidak masuk kelompok tani difokuskan pada usaha tani padi sawah pada petani yang masuk dan tidak masuk kelompok tani di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas, maka dirasakan perlu untuk dilakukan penelitian yang berjudul: “Perbandingan Pendapatan Petani yang Masuk dan Tidak Masuk Kelompok Tani di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur”
1.2.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:
“Apakah ada perbedaan yang signifikan/berarti antara pendapatan petani (usahtani padi sawah) yang masuk dan tidak masuk kelompok tani di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur”.
1.3.       Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1.      Tujuan Penelitian
Tujuan rencana penelitian ini adalah:
1)        Untuk mengetahui perbandingan pendapatan petani (usaha tani padi sawah) yang masuk dan tidak masuk kelompok tani di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.
2)        Untuk mengetahui motivasi petani(usahatani padi sawah) masuk kelompok tani dan alasan petani(usahtani padi sawah) tdak masuk kelompok tani di Desa Suela Kecamata Suela Kabupaten Lombok Timur;


1.3.2.      Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut :
1)      Secara akademik untuk memenuhi salah satu syarat dalam mencapai kebulatan study program strata satu (S-1) pada Fakultas Ekonomi Universitas Mataram.
2)      Sebagai bahan acuan dan informasi bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian pada masalah yang sama.
3)      Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anggota kelompok tani dan masyarakat pada umumnya.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Penelitian Terdahulu
Budiarti tahun 2004 yang berjudul Analisis Perbedaan Tingkat Pendapatan Nelayan Anggota Dan Nelayan Bukan Anggota Proyek Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) di Desa Kuranji Kecamatan Labu Api Lombok Barat dengan menggunakan alat analisis NR=TR-TC (analisis pendapatan) yang kemudian diuji dengan t-tes untuk membandingkan rata-rata pendapatan nelayan yang anggota dan bukan anggota proyek pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di desa kuranji kecamatan labu api lombok barat, hasil dari penelitiannya mengatakan bahwa motivasi nelayan untuk menjadi anggota proyek PEMP dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : prolehan sarana kredit, sarana/alat-alat produksi, serta pembinaan dari proyek PEMP, sedangkan alasan nelayan tidak ataupun belum menjadi anggota proyek PEMP antara lain : kurangnya informasi mengenai proyek PEMP, memperoleh modal dari pihak lain/lembaga ekonomi lain, atau pemilik modal sendiri.
Didik Is’il (2005) dengan judul Analisis Perbandingan Tingkat Pendapatan Petani Tembakau Virginia Antara Pertani Binaan PT. Philip Morris Indonesia Dengan Dan Non Binaan Di Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Adapun variable-variabel yang diuji dalam penelitian ini meliputi biaya produksi, harga produksi, pendapatan kotor, dan pendapatan bersih dengan alat analisis NR = TR – TC dan untuk mengetahui peran PT. Philip moris Indonesia didalam meningkatan pendapatan petani tembakau digunakan alat analisis uji t-test dua beda rata-rata dengan uji dua sisi dimana kesimpulan yang didapatkan  bahwa rata-rata pendapatan petani binaan (Rp 15.496.700,3) lebih besar daripada petani non binaan (Rp 10.902. 854,9). Setelah diadakan pengujian statistik diketahui nilai t-hitung (3,956) lebih besar dari nilai t-tabel (2,000) yang berarti bahwa PT. Philip morris mempunyai peranan yang nyata dalam meningkatkan pendapatan petani tembakau Virginia di Kabupaten Lombok Timur.
Lalu Ahmad Hanafi yang melakukan penelitian pada tahun 2001 dengan judul Analisis Peranan Kelompok Tani Terhadap Tingkat Pendapatan Petani Di Desa Dasan Baru Kecamatan Kopang, dengan mengunakan t-test untuk menguji data yang diperoleh, diolah dan di analisis secara kwantitatif dan kwalitatif, hasil penelitiannya mengatakan bahwa peranan kelompok tani sebagai motivator dan fasilitator sangat mempengaruhi tingkat pendapatan petani yang masuk kelompok tani setelah di uji dengan kesalahan 5% rata-rata tingakat pendapatan petani yang masuk kelompok tani sebesar Rp.9957400.
2.2. Landasan Teori
2.2.1.      Pengertian Petani dan Kelompok Tani
Petani adalah setiap orang yang melakukan usaha untuk memenuhi sebagian atau keseluruhan kebutuhan hidupnya di bidang pertanian dalam arti luas yang meliputi usaha tani pertanian, peternakan, perikanan, dan pemungutan hasil laut (Ir.Agustina Shinta, M.P:  2011: 40).
Kelompok tani adalah sekelompok petani yang terikat secara non formal atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama dan diketuai oleh seorang kontak  tani. Kelompok tani berfungsi sebagai satu kesatuan produksi serta sebagai wadah belajar berorganisasi dan kerja sama usaha tani.(Balai informasi Pertanian NTB, 1990).
Kelompok tani merupakan inti dari struktur komunkasi timbal balik antara penyuluh pertanian lapangan (PPL) dengan petani. Peranan utama yang  sangat penting dari kelompok tani adalah sebagai wadah hubungan antara sesama petani sendiri (dinas pertanian tanaman pangan NTB, 1992).
2.2.2.      Ilmu Usaha Tani dan Usaha Tani
Ilmu usaha tani adalah terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif pada suatu usaha pertanian agar diperoleh hasil maksimal (Ir.Agustina sinta, M.P,2011: 1)
Usaha tani adalah suatu organisasi produksi dimana petani sebagai usahawan yang mengorganisir lahan atau tanah, tenaga kerja dan modal yang ditujukan pada produksi dalam lapangan pertanian, bias berdasarkan pada pencarian pendapatan maupun tidak. Sebagai usahawan dimana petani berhadapan dengan berbagai permasalahan yang perlu segera diputuskan. Salah satu permasalahan tersebut adalah apa yang harus ditanam petani agar nantinya usaha tersebut dapat memberikan hasil yang menguntungkan, dengan kata lain hasil tersebut sesuai dengan yang diharapkan (Ir.Agustina sinta, M.P,2011:75)   
2.2.3.      Teori Produksi
Pada dasarnya produksi adalah suatu hasil yang diperoleh akibat dari mengkombinasikan faktor-faktor produksi. Faktor produksi tersebut seperti modal, tanah, tenaga kerja dan lain-lain. Jumlah produksi  yang dihasilkan tergantung pada jumlah kombinasi berbagai faktor produksi yang digunakan.
Produksi merupakan suatu proses pendayagunaan segala sumber yang tersedia untuk mewujudkan hasil yang terjamin kualitas dan kuantitasnya, terkelola dengan baik, sehingga merupakan komoditi yang diperdagangkan (Kartasapoetra, 1988).
Dalam kegiatan usahatani terdapat faktor produksi utama, berupa tanah, modal, tenaga kerja dan faktor produksi lainnya. Tanah merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan tingkat produksi. Disamping luas tanah garapan, Kualitas tanah juga merupakan salah satu faktor yang menentukan besarnya produksi dan pendapatan yang dapat diperoleh. Tingkat produksi tanah antara lain dipengaruhi oleh kesuburan tanah yang bersangkutan, tingkat penerapan tekhnologi dan keterampilan petani (Arsyat, L :1986).
Faktor produksi yang mempunyai tingkat kepentingan yang tinggi, termasuk dalam kegiatan uasaha tani adalah tenaga kerja. Tenaga kerja berfungsi sebagai pengkombinasi, pengatur dan berbagai kegiatan lainnya agar faktor produksi  lainnya bermanfaat (Arsyat, L :1986). Fakor produksi tenaga kerja terdiri dari dua unsur yaitu jumlah dan kualitas. Jumlah yang diperlukan dapat dipenuhi dari tenaga kerja keluarga yang tersedia maupun dari luar keluarga.. kualitas yang mencirikan produktivitas tenaga kerja tergantung  dari keterampilan, kondisi fisik, pengalaman dan latihan.
Petnai dalam mendapatankan tenaga kerja harus mengeluarkan upah, begitu juga dengan lahan perlu diperoleh  dengan mengeluarkan sewa tertentu (bagi petani yang memiliki lahan terbatas). Begitu juga dengan faktor produksi lainnya, sepetri bibit, pupuk dan lainnya diperlukan modal
Modal adalah suatu faktor produksi yang harus ada dalam suatu proses produksi, tanpa modal proses produksi tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani, modal mutlak diperlukan yang berasal dari petani sendiri maupun modal pinjaman (Mubyarto, 1996).
2.2.4.      Pendapatan Usaha Tani
Pendapatan merupakan tujuan akhir dari suatu usaha yang dilaksanakan atau dilakukan, dimana besar kecilnya pendapatan yang dicapai tergantung dari bidang usaha yang dilakukan, keterampilan tenaga kerja dan modal yang dimiliki.
Penerimaan usaha tani adalah perkalian antara produksi yang dihasilkan dengan harga jual, secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut:
TR = Y.P
Keuntungan usaha tani adalah selisih antara penerimaan total dengan semua biaya factor-faktor produksi, keberhasilan usaha tani dapat dilihat dari tingkat keuntungan usaha tani dengan kata lain tingkat pendapatan perish (NR), penerimaan total diperoleh dari produksi total dikalikan dengan harga, sedangkan biaya adalah total pengeluaran selama proses produksi.
Pendapatan yang diterima oleh petani dibedakan menjadi dua yaitu pendapatan kotor dan pendapatan bersih. Pendapatan kotor yaitu pendapatan yang diterima petani dari hasil penjualan produksi dikalikan harga satuan, sedangkan pendapatan bersih yaitu pendapatan kotor dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi berlangsung.
2.2.5.      Biaya Dalam Usaha Tani
Biaya merupaka semua pengorbanan yang dikeluarkan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu dalam suatu proses produksi. Biaya yang dihitung disini adalah biaya yang betul-betul habis dipergunakan dalam satu periode tertentu dan tidak merupakan biaya yang harus dipergunakan untuk membeli barang modal (Mulyanto Sumardi, 1985).
Biaya dalam suatau unit usaha dikelompokkan menjadi dua yaitu (Munandar,1999) :
1)      Biaya tetap merupakan biaya yang kuantitas nilainya tidak tergantung pada besar kecilnya atau tingginya nilai kegiatan produksi ataupun penjualan. Jadi biaya ini tidak terpengaruh dengan adanya produksi atau penjualan yang menurun atau meningkat, misalnya biaya penyusutan alat, biaya pajak, retribusi, biaya overhead.
2)      Biaya variabel yaitu biaya yang besar kecilnya tergantung pada kegiatan produksi atau penjualan. Jadi biaya ini merupakan biaya yang terpengaruh secara langsung terhadap peningkatan atau penurunan penjualan. Biaya yang termasuk dalam biaya variabel antara lain biaya perbekalan (konsumsi, biaya bahan bakar, biaya tenaga kerja di luar rumah tangga).
Menurut Adi Wilaga (1982) biaya pengeluaran meliputi pengeluaran untuk sarana sprodi ( bibit, pupuk, pestisida ), pengeluaran untuk upah tenaga kerja luar rumah tangga dan pengeluaran pajak, bunga kredit dan penyusutan alat-alat pertanian.
Menurut Mubyarto (1984) biaya produksi dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa uang tunai misalnya upah tenaga kerja luar keluarga dan biaya untuk membeli sarana produksi, biaya panen, sumbangan dan pajak yang dibayar dalam bentuk innatura.
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil adalah pengeluaran yaitu biaya pengorbanan yang dikeluarkan oleh para petani baik berupa biaya tetap ataupun biaya tidak tetap yang diigunakan untuk membiayai usaha taninya.
PERBANDINGAN TINGKAT PENDAPATAN

2.3. Kerangka Konseptual
PETANI
Usahatani
Masuk Kelompok
Tani
Tidak Masuk
Kelompok Tani
Biaya Usaha Tani

Analisis Perbandingan
Biaya Usahatani
Produksi
Produksi
Nilai Produksi
Analisis Perbandingan
Nilai Produksi

Pendapatan
Analisis Perbandingan
Pendapatan
 











2.4. Hipotesis
           Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : “Diduga ada perbedaan yang signifikan/berarti antara pendapatan petani (usahtani padi sawah) yang masuk dan tidak masuk kelompok tani di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur”.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.             Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif, metode yang dipakai dengan alasan untuk memecahkan masalah yang ada pada obyek penelitian.
Menurut Moh Nazir (1988:63) mengatakan bahwa suatu penelitian yang ditujukan pada pemecahan masalah yang ada pada sekarang atau penelitian deskriptif ini adalah penelitian sekelompok manusia, suatu obyek, suatu kondisi, suatu system pemikiran atau suatu kelas peristiwa pada masa sekarang yang tujuannya untuk membuat suatu gambaran atau lukisan secara sistematis dan factual serta akurat mengenai fakta-fakta atau sifat-sifat dan hubungan antara fenomena yang diselidiki.
3.2.            Daerah Lokasi
Penelitian dilakukan di Desa Suela kecamatan Suela Lomok Timur. Dan dari empat dusun yang ada di Desa Suela ditentukan dua dusun sampel lokasi penelitian yaitu Dusun Cempaka dan Dusun Suela Lauq penentuan daerah ini secara purposive sampling, yaitu lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa dusun tersebut memiliki jumlah petani yang tidak masuk kelompok tani terbanyak di Desa Suela dibandingkan dengan dusun yang lainnya.


3.3.Penentuan Responden
Dari dua dusun sampel(Dusun Cempaka dan Dusun Suela Lauq) diketahui usahatani(usahatani padi sawah) dilakukan pada luas lahan yang berbeda-beda sehingga penentuan sampel dilakukan dengan cara stratified random sampling yaitu sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan atau kelas-kelas tertentu, (Sumardi Suryabrata, 1982:82).
Pada rencana penelitian ini strata sampel dibagi menjadi tiga, yaitu:
a.       Strata I untuk petani yang masuk maupun tidak masuk kelompok tani dengan penguasaan lahan 0,50 ha.
b.      Strata II untuk petani yang masuk maupun tidak masuk kelompok tani dengan penguasaan lahan antara 0,51-1,00 ha.
c.       Strata III untuk petani yang masuk maupun tidak masuk kelompok tani dengan penguasaan lahan 1,00 ha.
Karena pada penelitian ini menggunakan stratified random sampling dimana masing-masing lapisan strata memiliki jumlah sampel yang sama sehingga jumlah sampel petani ditentukan sebanyak 5% diambil dari jumlah populasi untuk setiap strata, lebih jelasnya lihat tabel 3.1.


Tabel 3.1: Jumlah Sampel Menurut Luas Lahan Garapan di Desa Suela
No
Dusun
Populasi
sampel
Kelompok tani
Non kelompok tani
Kelompok tani
Non kelompok tani
I
II
III
I
II
III
I
II
III
I
II
III
1
Suela Lauq
57
34
4
13
6
1
4
3
4
2
1
1
2
Cempaka
187
46
6
6
7
8
10
3
1
1
1
1


Jumlah
244
80
10
19
13
9
14
6
5
3
2
2
334
41
25
7
375
32
 Sumber: Kadus Suela Lauq dan Kadus Cempaka diolah
Berdasarkan Tabel 3.1 diketahui bahwa jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 orang petani yang terdiri dari 25 orang yang masuk kelompok tani dan 7 orang yang tidak masuk kelompok tani. Selanjutnya untuk mendapatkan petani yang menjadi responden baik pada petani yang masuk dan tidak masuk kelomppok tani dilakukan secara insidental sampling.
3.4.Metode Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi langsung ke lokasi penelitian dan mengadakan wawancara langsung dengan responden dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun susuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan data sekunder diperlukan untuk menunjang data primer yang diperoleh dari PPL, studi kepustakaan, lembaga-lembaga atau instansi- instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang mendukung penelitian ini.


3.5.             Teknik Pengumpulan Data
 Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan adalah kuesioner, adalah sebuah daftar pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian dan setiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesa (M. Nazir 1983:245).
3.6.            Jenis Dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
a.    Data primer yaitu data yang dikumpulkan langsung dari responden yang meliputi aktivitas-aktivitas kelompok tani beserta  program-program yang  dilakukan.
b.    Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi atau lembaga yang terkait dengan penelitian ini. Lembaga atau instansi tersebut antara lain; BKKBN, kantor kecamatan, kantor desa, kantor statistic dan lain-lain.
3.7.         Identifikasi Variable
Dalam mengidentifikasi variable yang ada dalam penelitian ini hanya dibatasi yaitu
a.       Usaha tani
b.      Kelompok tani
c.       Biaya produksi
d.      Nilai produksi atau penerimaan
e.      Pendapatan
f.        Hamabatan
3.8.         Definisi Operasional Variabel
1.      Menurut Mubyarto (1977), Usaha tani adalah himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat ditempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian.
2.      Kelompok tani adalah organisasi petani yang menjadi tempat timbal balik antara penyuluh pertanian dengan petani.
3.      Biaya produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam satu musim tanam yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.
4.      Biaya tetap adalah biaya yang dibayarkan maupun yang tidak dibayarkan oleh petani untuk usahataninya dengan jumlah yang tetap berapapun hasil produksinya.
5.      Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk usahataninya dengan jumlah yang berubah-ubah tergantung jumlah produksinya.
6.      Nilai produksi atau penerimaan yang dimaksud dalam penelitian adalah jumlah produksi usahatani dikalikan dengan harga yang berlaku di tingkat petani dan dinyatakan dalam satuan berat (kwintal).
7.      Pendapatan adalah selisih antara penerimaan yang diperoleh petani dari usahataninya dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan untuk usahatani tersebut.
8.      Hamabatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masalah-masalah yang dihadapi oleh petani dalam usahataninya baik petani yang masuk kelompok tani maupun petani yang tidak masuk kelompok tani sehingga menyebabkan kurang optimalnya kegiatan usahatani petani.
3.9.         Metode Analisis Data
Untuk mengetahui pendapatan bersih yang diterima petani pada usaha taninya, dihitung dengan menggunakan analisis biaya dan pendapatan (Boediono,1986:93):
NR = TR – TC
dimana :
TR = P x Q
TC = TFC + TVC
Keterangan :
NR = Income (pendapatan) bersih yang diterima oleh petani yang masuk kelompok tani dan petani yang tidak masuk kelompok tani.
TR = Total revenue (total penerimaan), pendapatan kotor yang diterima oleh petani yang masuk kelompok tani dan petani yang tidak masuk kelomppk tani.
TC = Total cost (total biaya, terdiri dari biaya tetap dan tidak tetap)
TC = TFC + TVC
            Dari rumus diatas, dapat diperoleh rumus sebagai berikut :
                        I  = (P. Q) – (TFC + TVC)


Keterangan :
P          = Price (harga)
Q         = Quantity (jumlah produksi)
TFC     = Total Fixed Cost (jumlah biaya tetap)
TVC    = Total Variabel Cost ( jumlah biaya tidak tetap)
Analisis statisik dengan menggunakan t- test
Rumus ini digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan nyata antara pendapatan petani yang masuk kelompok tani dan petani yang tidak masuk kelompok tani.

X1 = pendapatan bersih rata-rata petani yang masuk kelompok tani
X2 = pendapatan bersih rata-rata petani yang belum masuk kelompok tani
n1 = jumlah petani pada usaha tani yang masuk kelompok tani
n2 = jumlah petani pada usaha tani yang tidak masuk kelompok tani
S = varian dari pendapatan petani yang masuk kelompok tani
S = varian dari pendapatan petani yang tidak masuk kelompok tani
Adapun langkah-langkah pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:
H0 : X1 ≤ X2 ; artinya rata-rata pendapatan petani yang masuk kelompok tani lebih kecil dan sama dengan petani yang tidak masuk kelompok tani.
Hi : X1 > X2 ; artinya rata-rata pendapatan petani yang masuk kelompok tani lebih besar dari petani yang tidak masuk kelompok tani.
Menentukan Level Of Significance (α) = 0,5 (5%)
Kriteria Pengujian

 



                                                               Daerah terima H0


                                                                                0                  t(α;n1+n2-2)

H0 diterima apabila t- hitung ≤ t- tabel
Ha diterima apabila t- hitung > t- table



Kesimpulan
Apabila t- hitung ≤ t- tabel, maka H0 diterima atau Ha ditolak artinya pendapatan petani yang masuk kelompok tani lebih kecil dan sama dengan pendapatan petani yang tidak masuk kelompok tani, dengan demikian hipotesa ditolak.
Apabila t- hitung > t- tabel, maka H0 ditolak atau Ha diterima, artinya pendapatan petani yang masuk kelompok tani lebih besar dari petani yang tidak masuk kelompok tani.

Senin, 24 September 2012

sejarah pemikiran ekonomi

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI
I.
  1. Sejarah dari bahasa Arab Sajarotun/history, bahasa Indonesianya pohon.  Pohon itu mulai dari akar, batang, cabang, sampai dengan buah.
  2. Pemikiran dari bahasa arab al-fikir, bahasa inggrisnya thought artinya fikir (mengingat-ingat sesuatu yang tercerai berai untuk dijadikan suatu kesatuan/ konsep).
Kalo kita memperhatikan definisi ilmu yaitu:
“Suatu proses menciptakan kilas balik/ konsep baru yang menyatukan pengertian kita mengenai fenomena alam/ fenomena sosial”.
Sebenarnya bagi mahasiswa ditekankan untuk mencari, menemukan, konsep yang menjadi pusat perhatian.
Contoh konsep yang sering kita jumpai “the law diminishing marginal product”. Hukum ini mengikuti hukum dari garis lengkung, ia tidak mengikuti hukum garis lurus. Garis lurus pada suatu saat akan melengkung sebagaimana garis elips dalam astronomi.
Kalo anda makan mengikuti aturan garis lurus, pada suatu saat akan melengkung sebagaimana garis elips dalam astronomi. Kalo anda makan mengikuti aturan garis lurus/ suatu saat perut anda akan meledak.

Dalam teori konsumsi kita menghindari agar total utility maksimum dan marginal utility-nya = 0. Apabila TU (Total Utility) makin menurun dari total maksimum maka MU  (Marginal Utility) menjadi negatif dan hukumnya haram.
Contoh ke-2: Sebuah penelitian yang dilakukan kelompok Roma menjadikan laporannya dalam buku batas-batas pertumbuhan (the limits to growth) dengan memasukkan semua data dalam model dunia bumi apabila laju pertumbuhan sebagaimana yang berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya, dunia akan hancur dalam waktu 100 tahun. Apabila penataan jakarta raya tidak mengalami perubahan teknologi, maka jakarta akan terendam sehingg TUHAN menciptakan segala sesuatunya ada batasnya karena SD dalam ekonomi terbatas, harus ada pilihan-pilihan tertentu dalam ekonomi.
  1. Ekonomi: jangan mau dibodohi oleh ahli-ahli ekonomi karena ahli-ahli ekonomi mulai dari awal sampai sekarang awut-awutan. Orang barat dalam pikirannya selalu mempertentangkan satu sama lain.
Supaya pikirannya tidak awut-awutan kita menggunakan definisi ilmu ekonomi yaitu: Ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengaktualisasikan potensi dirinya (fitrah secara utuh) sejalan dengan ajaran-ajaran agama khususnya dalam bidang pendayagunaan sumber daya yang langka untuk memperoleh produktifitas yang optimal bagi kepentingan bersama dan mempelajari mekanisme ditribusi pendapatan secara adil sesuai dengan prestasi seseorang tanpa melupakan asas perikemanusiaan dan kelestarian lingkungan dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Dari definisi tersebut, melarang kita untuk mencapai konsumsi sebesar-besarnya dengan usaha sekecil-kecilnya dan mendapat untung yang sebesar-besarnya.

II.
Ilmu ekonomi oleh kebanyakan ahli dinobatkan sebagai ratu dalam rumpun ilmu-ilmu sosial indikasinya adalah setiap tahun ada ahli ekonomi yang diberi hadiah nobel.

Walaupun IE dianggap tidak baik, tapi tetap saja dianggap sebagai ratu, karena telah mampu mengkuantitatifkan diri sebanyak-banyaknya hampir menyamai ormolasi matematika dalam fisika. Dilihat dari sejarah pembangunan IE sebenarnya IE adalah merupakan ilmu fisika, karena sejarah terbangunnya ilmu ekonomi pada awalnya selalu menghinadari persoalan-persoalan yang bersifat spiritual (value judgement) dalam teori ekonomi yang kita pelajari sekarang tidak ada aturan. Mereka tidak memasukkan teori fisika ke dalam ekonomi karena tidak bisa dikuantitatifkan atau dirumuskan.

III.
Mengapa Amerika-Eropa Barat maju dalam membangun ilmu pengetahuan? Orang barat tidak mengetahui mereka dibesarkan oleh Ibnu Rasyid. Dia tumbuh dan berkembang di Cordofax, Spanyol. Bentuk analisanya membenarkan pendekatan rasional. Satu lagi, Imam Al Ghazali, tumbuh dan berkembang di sekitar Irak. Ibnu Rasyid dan Imam Al Ghazali selalu bentrok. Berbagai macam buku yang terbit pada waktu itu diambil alih oleh orang Barat, salah satunya yang paling terkenal adalah Thomas Aquinas, dari buku-buku itu mereka, orang barat belajar untuk mencari rempah-rempah. Pemikiran Ibnu Rusyid diambil oleh Eropa Barat dan Imam Al Ghazali diambil oleh timur.
Para ahli mengatakan, abad 21 adalah abad spiritual. Teori ekonomi yang diajarkan tetap saja teori ekonomi materialistik.
SPE kita kelompokkan sebagai bahan untuk perkuliahan, muncul berkembangnya dari Adam Smith sampai dengan sekarang.
Upaya membangun teori ekonomi humanistik. Contoh konsep yang dikembangkan dalam teori ekonomi humanistik adalah :
  1. azas keunikan dalam sistem kedirian
  2. azas hiraki sistem kedirian
dua-duanya tidak bisa dipisahkan menjadi satu kesatuan. Dikembangkan oleh orang Indonesia.
Kata unik oleh nenek moyang kita dulu diungkapkan sebagai lain lubuk lain belalang, tapi kita tidak pernah mengatakan.
Keunikan berlaku untuk sosial ekonomi maupun untuk fisika.
Contoh Hiraki : kalau kita sedang kuliah di fakultas maka pusat perhatiannya harus ke sistem Unila.
Praktek SPE melatih diri untuk berhenti makan sebelum kenyang.

Tetapi orang-orang yang melakukan pendekatan institusional sering diejek oleh para ekonom yang melakukan pendekatan secara kuantitatif. Kita tahu kemajuan Eropa sekarang didukung oleh........tetapi orang Barat tidak mengakui ilmu pengetahuan dari Yunani langsung ke Barat.

Seharusnya dari Yunani ke Timur Tengah baru ke Barat yang sifatnya pendekatan meta empiris diajarkan oleh Imam Al Ghazali. Kalau Ibnu Rusyid mengajarkan pendekatan rasional. Pendekatan inilah yang diadopsi oleh orang Barat. Memisahkan diri dari nilai-nilai moral dan etika. Di dalam abad pertengahan, memang terjadi kontroversial antara kaum gereja dan kaum ilmuwan. Pertentangan inilah yang membuat ilmu pengetahuan berjalan sendiri-sendiri.

Adam Smith berkeyakinan bahwa IE diatur juga oleh hukum-hukum alam. Adam Smith lah yang menciptakan teori permintaan dan penawaran yang diadopsi dari pemikiran Newton dari interaksi perjalanan planet. Adam Smith mengatakan didalam mekanisme pasar akan dicapai dengan campur tangan, tangan-tangan gaib (invisible hand).
Adam Smith juga adalah seorang ahli filsafat moral. Tentunya yang dimaksud tangan gaib adalah tangan Tuhan (moral manusia yang menjadi pelaku ekonomi). Lama-kelamaan moral ini dikesampingkan karena menyangkut psikologi. Ilmu kafir adalah ilmu sekuler. Oleh Mark Weber, ahli sosial ekonomi Jerman, mengatakan dalam proses penawaran ilmiah bebas nilai sampai sekarang penawaran bebas nilai masih digunakan. Bebas nilai sama dengan tuna susila. Walaupun Mark Weber memperkenalkan apa yang disebut etika kerja. Etika protestan inilah yang membangun Eropa sehingga maju pesat sampai sekarang.

Hukum Indeterminisme → Heisenberg
Dia mengatakan atau dengan kata lain terdapat peluang masuknya unsur-unsur spiritual. Didalam fisika terdapat unsur ketidakpastian, yaitu ada suatu lompatan yang sifatnya tidak bisa ditelusuri secara rasional. Ahli fisika lebih manusiawi dari ahli-ahli sosial.
Nilai-nilai sosial kita peroleh dari pengalaman/kumpulan-kumpulan pengalaman.
Syarat untuk menciptakan suatu penelitian:
  1. Kompetensi (pendalaman terhadap suatu bidang ditambah dengan infoemasi)
  2. Ada tantangan/obsesi
Dr. Hidayat dari ITB yang mematahkan teori Einstein membutuhkan waktu 27 tahun.
  1. Fokus pada tujuan

Jadi Tuhan memberikan rezeki melalui kompetensi. Dari kompetensi tiap orang tidak sama, meskipun anak kembar. Kenapa ini diberikan:
  1. BI menemukan bahwa untuk memajukan, makan/konsumsi untuk hidup, hidup untuk makan
  2. Import semakin lama semakin tinggi, tidak diimbangi dengan export.
  3. Gejala pengangguran banyak disumbang dari Unila.

Paradigma  Paradogma
Para bahasa inggrisnya paradigm dipopulerkan oleh Thomas Kuhn (seorang wartawan tentang sejarah penemuan-penemuan scientific). Hasil telaah beliau terhadap ide-ide munculnya landasan ilmu pengetahuan ditulis dalam bukunya Science Revolution (Revolusi Ilmu Pengetahuan). Landasan membangun IP yang itu-itu saja dalam waktu tertentu dia sebut Normal Science, misalnya saja landasan IP yang dibangun oleh Newton, CSG (Centimeter Second Gram),(ruang wktu energi).
Ruang, waktu, energi sesuatu yang gaib/metafisik. Sehingga dari ruang kita bisa mengeksplorasi ruang matrik (ruang yang bisa dihitung).
Waktu-waktu menurut metafisik adalah gaib. Energi suatu tenaga yang terdapat hampir di setiap benda. Inilah yang digunakan para ilmuwan fisika untuk berkecimpung dalam dunia penalaran ilmiah.

Sejarah perkembangan IP, ahli-ahli dalam bidang fisika adalah orang-orang yang sangat manusiawi dalam bidang sosial.
IE meniru mentah-mentah terhadap paradigma yang dibangun oleh ahli fisika. Selain CSG, kita tambah lagi dimensi X yaitu dimensi spiritual. Pada saat Adam Smith ditanya “Bagaimana Anda dapat menjamin bahwa Invisible Hand dapat menjamin kesejahteraan masyarakat?” saya akan memakai mekanisme pasar, interaksi antara permintaan dan penawaran. Keseimbangan harga melalui mekanisme pasar akan terjadi apabila pelaku-pelaku ekonomi yang terkait mengimplementasikan nilai-nilai komersial.
Para ahli ekonomi sekarang menafsirkan apa yang disebut Invisible Hand yaitu interaksi yang selalu menggeser S dan D pada keseimbangan pasar.




Kesimpulan:
Bila paradigma yang dipakai dalam ekonomi menggunakan ilmu-ilmu fisika, maka dapat dimasukkan dalam ilmu sosial.
CSG oleh Bentham bahwa utilitas seseorang dapat diukur atau paling tidak bisa dibandingkan antara satu orang dengan orang lain.
Teori yang dibangun oleh Bentham, makan sebanyak-banyaknya sehingga utilitas yang diperoleh juga harus maksimal.
Di Indonesia mulai dikembangkan teori ekonomi Humanistik kedirian. Dimensi X dibagi 3: cinta, indah, guna.

Supply Side Economics, SEE lebih lanjut dikenal dengan istilah Reagenomics. Untuk menanggulangi kelesuan ekonomi Amerika. Dalam diri seseorang harus sudah tertanam sifat-sifat tekun, teliti, dan waspada. Sifat itu merupakan bagian dari kepribadian kita. Munculnya ide diformulasikan dalam melompat sebelum memandang alias tiba-tiba. Pertumbuhan ekonomi dengan inflasi (sbynomics) jadi acuan oleh semua orang yang berkecimpung dalam proses membangun IP. Apabila persoalan-persoalan baru yang tidak bisa dijawab oleh IP, maka era tersebut disebut krisis paradigma.

TE yang kita pakai sekarang masih tetap memakai TE edonisme, apa yang menyenangkan bagi seseorang itulah yang terbaik termasuk didalam penalaran ilmiah, diperkenalkan semacam penalaran ilmiah harus bebas nilai dilakukan oleh orang yang memiliki kreativitas tinggi seperti Einstein, mereka lebih menghayati nilai-nilai agama walaupun mereka mengakui adanya TUHAN.
Pada abad mendatang, pada abad 21 adalah abad spiritual.

Sejarah Munculnya Science di Eropa
  1. Ilmu pengetahuan di Eropa bersama-sama dengan gerakan protestan yang pada dasarnya merupakan perlawanan terhadap gerakan doktron gereja. Gerakan itu dikenal dengan nama Renaisance.
Pada saat itu pula, Eropa dalam abad kegelapan. Tentu Eropa mulai mawas diri menghadapi desakan Islam. Islam pada waktu itu hampir menguasai seluruh Eropa mulai dari Spanyol sampai dengan bagian Uni Soviet (Uzbekistan). Sampai disana terdapat Imam Bukhori.
  1. dalam gerakan itu Eropa belajar tentang IP. Rasionalisme, demokrasi, kemerdekaan dari masyarakat Islam khususnya rasionalisme Ibnu Rusyid. Metode Ibnu Rusyid lah yang dipakai untuk mengembangkan lebih lanjut IP. Tetap dalam pihak masyarakat Islam justru mengalami kemunduran. Pada saat itulah Islam ketularan gereja. Dogmatisme gereja sebagai raja-raja yang mabuk kekuasaan dan kemenangan (ingat Perang Salib I).
  2. Karena moral merupakan wilayah kekuasaan gereja, para ilmuwan waktu itu selalu menghindar dari segala sesuatu yang berbau moral atau akhal. Itulah hakekatnya model homoekonomikus yaitu dibangun model masyarakat bersaing  sempurna yang pada akhirnya muncul doktrin, moral, bebas nilai pemisahan antara agama, IP, dan politik yang sering kita kenal dengan trias politika. Pemisahan IP dengan agama, dan politik hingga sekarang masih tetap dipelihara.
Contoh:
    1. mencuri adalah perbuatan keliru tapi bagi orang Barat tidak. Tetapi Belanda menjajah kita tidak tercantum dalam sejarah yang menjajah adalah perusahaan Belanda, VOC.
    2. harga beras Rp 6000, harga beras bulog Rp 3700. Jadi yang dikemas oleh Adam Smith sebagai Invisible Hand adalah akhlak atau moral yang harus dijunjung tinggi oleh masyarakat yang bersangkutan.   
Pertanyaan
Ilmu itu dimana adanya? Ilmu adalah proses menciptakan istilah baru/konsep baru yang menyatukan pengertian kita terhadap dunia yang tercerai berai. Dunia yang tercerai berai diolah sedemikian rupa oleh penglihatan batin dilakukan dengan cara observasi.
Penglihatan batin diolah oleh hati. Itu diberikan Tuhan kepada orang-orang yang tekun/takwa. Example: bagaimana newton menemukan hukum gravitasi? Apel jatuh ke bawah yang menimpa kepalanya, yang dijadikan formula untuk menemukan hukum gravitasi.
Bagaimana ahli ekonomi begitu brengsek menciptakan landasan aksiomatis. Contoh Milton Friedman, pemenang nobel tahun 1976. Apakah realistis IE yang dipakai sekarang ini karena bertentangan dengan moralitas. Yang saya perlukan adalah menurunkan rumus-rumus operasional yang bisa dijadikan landasan mengambil kebijaksanaan.

Dalam proses keilmuan (ekonomi) tidak bebas nilai. Contoh: dalam membuat skripsi pasti ada tujuannya. Dalam mengungkapkan apa yang kita persepsikan dalam bentuk kata-kata yang kita sajikan dalam bentuk tulisan. Ex:    - Spiritual marketing
                                                                        - Spiritual corporation
Ilmu fisika sendiri banyak belajar dari ajaran-ajaran tao. Dalam psikologi mulai dikembangkan spiritual. Contohnya (seminar esq). Ini muncul sebagai antisipasi membangun manusia-manusia global. Orang timur mengenal filsafat harmonis, orang barat mengenal filsafat konflik, konflik agama, IP. Dipertentangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, dan sebagainya. Konflik adalah cara berfikir barat. Cara fikir konflik muncul istilah baru, dualisme. Teori konflik dijadikan sebagai media untuk menjajah bangsa Indonesia selama 300 tahun. Yang pada akhirnya konflik tersebut diambil manfaatnya oleh Balanda. Dalam istilah agama kita tidak mengenal istilah konflik tetapi harmonis yang dicitrakan oleh yin dan yang.

General equilibrium menggambarkan model ekonomi yang saling ketergantungan satu sama lain. Ini adalah hukum alam yang harus kita terima agar tercipta harmoni hubungan kemasyarakatan. Manusia makan manusia (nilai tambah), itulah model yang dikembangkan oleh eyang Darwin. Oleh karenanya ahli-ahli ekonomi selalu menghindar tentang HAM, Keadilan, Kemerdekaan. Karena HAM, Keadilan, Kemerdekaan menyangkut kriteria spiritual. Itu semua menyangkut hal-hal spiritual, nilai-nilai yang dianut oleh suatu bangsa sehingga bukan persiangan sempurna yang harus kita tonjolkan tetapi persaingan kreatif. Sudah membuktikan berdasarkan landasan aksiomatis secara matematis bisa dibuktikan bahwa buktikesejahteraan sosial tidak ada. Temuan itu dikenal dengan teorema arrow/imposible teorem karena dalam teori ekonomi yang sekarang dipakai, fungsi kesejahteraan individu/perorangan bersifat multiplikatif. Multiplikatif didasarkan oleh eksploitasi manusia dan manusia diprovokasi oleh darwinisme.
Mengapa tidak ada fungsi kesejahteraan sosial karena yang kautlah yang menang. Siapa yang kuat dialah yang muncul sebagai pemenang. Harus adiktif dalam bentuk konsumai tiap individu tidak mengurangi utilitas orang lain. Caranya dengan bekerjalah dengan menggunakan kreativitas.

Kasus google temuan mereka tentang sistem explore yang baru ditemukan secara tidak sengaja pada saat mata batin Dr......................

Berfikir Ilmu Subyektif

Yang punya ilmu – Tuhan bukan manusia, oleh karenanya George Gilder dengan istilah Reagenomics (melompat senelum memandang), membahas tentang bagaimana suatu ide muncul tidak mengenal masa lalu. Dia muncul mengikuti teori kuantum yang secara tiba-tiba muncul dalam benaknya. 3 Syarat, tekun, teliti, dan waspada. Ketiga syarat tersebut merupakan bagian dari hidup dan kehidupan anda yang tidak terpisahkan dengan cara berfikir. Pada saat itulah lompatan quantum terjadi, yaitu beupa eureka, saya telah menemukan.Ingat pesawat terbang, bila telah mengudara. Ingat capung terbang tapi bisa diam sama dengan helikopter. Bagaimana nuansa psikologis, ide itu muncul (baca majalah issei). Teori ekonomi humanistik, kedirian. Ada 2 orang yang menyimpang dari tradisi pemikiran ekonomi:
  1. Veblen, yang mempopulerkan istilah konsumsi manja,dengan menulis observasi terhadap sebagian masyarakat Amerika pada tahun 20an yang memiliki pola konsumsi mewah. Veblen lebih terkenal sebagai iconoeclassed.
  2. J.K. Galbraith mengungkapkan berbagai istilah:
-          technostruktur
-          Industrial Complex, satu kelompok industri militer membangun sistem persenjataan yang canggih sebagai alat, dia mengatakan bahwa harga-harga yang berlaku bukan didasarkan kekuatan permintaan dan penawaran tetapi sistem planning. Tecnostruktur adalah kumpulan ahli-ahli yang merancang, mendesain, memasarkan, tehnis, merekalah yang mengambil keputusan untuk menciptakan suatu produk, Planning System. Planning system yang dikenal sekarang dengan konglomerasi, dia mengatakan bahwa sistem planning adalah evolusi baru dari sistem perekonomian.
-          Karena kedua orang ini menganut ekonomi kelembagaan, instruktural ekonomics, jadi ahli ekonomi yang menganut ekonomi kelembagaan pasti tersingkir dalam pergaulan sesama ekonomi.
a.k. Sen dari India yang membangun sistem kelembagaan orang miskin di India, kemudian Schumacer, ahli ekonomi muda juga pemikirannya kerdil yang ada hanya masalah moral.

Makro ekonomi muncul tahun 30an, makro ekonomi muncul karena depresi besar yang melanda dunia tahun tersebut karena krisis yang dialami dunia saat itu, sehingga tidak ditemukan jalan keluar. Muncullah orang Inggris yang bernama John Meynard Keynes. Dalam membangun TE makro, Keynes tetap menggunakan landasan-landasan aksiomalis sebagaimana yang dialami oleh teori ekonomi klasik. Demikian juga teori ekonomi neoklasik, tetap bicara konsep-konsep. Tetapi Keynes lebih cemerlang idenya bahwa dengan menggunakan depresi, karena depresi bukan lagi persoalan mikro tetapi persoalan makro. Pada era depresi itu, terjadi pengangguran masalah ekonomi. Tetapi juga menyangkut kapasitas industri yang tidak tercapai.
Ide dasar Keynes:
a.       Ingin membangun teori umum (general theory)/ (overall theory)/ aggregate.
b.      Dalam moneter atau uang dipandang sebagai alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai.
c.       Teori suku bunga
d.      Peranan investasi menentukan peluang kerja
e.       Aspek psikologis, ketidakrasionalan yang menyebabkan ketidakstabilan. Itulah komponen yang akan dibentuk oleh Keynes menjadi ekonomi makro yang dikemas dalam bukunya general theory of employment interest, money......dari teori tersebut banyak kritikan dan sanggahan terutama mempertanyakan kapan full employment dapat tercapai. Yang ada adalah mendekati kondisi full employment. Kemudian mekanisme pasar menurut Keynes, tidak ada campur tangan pemerintah. Dalam pandangan Keynes, sebuah sumber daya akan teralokasi, model manusia homoeconomicus.
  1. Ada gula ada semut (supply create its own human), penawaran akan mencapai perminataan / hukum say.
  2. Mekanisme suku bunga merupakan mekanisme untuk memperbaiki kesamaan tabungan dan investasi, untuk mengkonsumsi lebih banyak dimasa yang akan datang industri yang dimaksud adalah kumpulan unit-unit usaha yang sama/kumpulan unit-unit usaha yang menghasilkan output sejenis.

Dari pemikiran Keynes berkembang Keynesian dapat kita artikan penganut-penganut ajaran Keynes, yang ternyata Keynesian banyak yang dikritik terutanma kritikan pada ketidakmampuan perubahan-perubahan dalam skala mikro.

Post Keynesian Economics tidak terlihat lagi landasan-landasan yang dikembangkan. Salah satu tokohnya yang menyimpang dari teori ekonomi makro Keynes adalah Newton. Aliran ke2 pemikiran ini dapat kita simpulkan, terutama dari segi permintaan yang melandasi teori ekonomi makro. Penentuan pendapatan pada arus pengeluaran. Sementara itu, treatment nite menitikberatkan pada alokasi kekayaan atau dengan kata lain Keynesian pada perubahan harga.

Kelemahan dalam ilmu ekonomi, suatu ilmu yang diterapkan akan terevikasi kebenarannya dalam jangka panjang, sampai dengan 2006. Baru mulai muncul keburukan-keburukan landasan-landasannya. Orang sudah mulai tidak suka melihat jalan pikiran manusia yang menganut model ekonomicus.
Beberapa pertanyaan yang tidak bisa dijawab, kegagalan pasar teori ekonomi tidak bisa menjawab mengapa masih banyak orang miskin, teori ekonomi tidak bisa menjawab mengapa hutan dan laut ludes disantap model manusia homonicus, terpecah belah menjadi Rusia yang sekarang beberapa contoh bagaimana pikiran kita dijajah oleh model homoeconomicus nasionalisme, dilimpahkan sedemikian rupa sehingga kita fanatik terhadap bangsa kita ager sesuatu persenjataan yang tersedia leku terjual.
(MP.P) = Upah buruh
Catatan: ini berlaku jika serikat buruh sudah kuat, harga beras, penerimaan petani, hampir-hampir tidak mengalami peningkatan.
  1. PE humanistik sebagai dasar membangun SE Pancasila.
  2. Dasar-dasar IE humanistik kedirian.
  3. Hambatan dan tantangan membengun ekonomi kedirian.

Bebas Nilai
Hampir semua ahli ekonomi sosial (ekonom) dalam penalaran ilmiah mereka menggunakan konsep apa yang disebut bebas nilai atau yang dalam Bahasa Inggris Value Free, termasuk dalam ajaran ekonomi, selalu dianut padahal bebas nilai adalah identik dengan tuna susila.
Newton Friedmen dalam suatu seminar yang mempertanyakan apakah landasan akslamatik dalam penalaran ekonomi memiliki valitas yang tinggi. Kita ketahui bahwa membangun landasan ekonomi tidak didasarkan asumsi realistik. Newton Friedmen menyatakan “saya tidak mau tahu landasan aksiomatik itu benar atau salah. Yang saya mau adalah menjalankan empiris, sebagai bentuk halal, haram, hantam. Yang saya perlukan adalah bahwa landasan aksiomatik itu sebagai landasan, melahirkan verivikasi yang benar.

Seharusnya landasan aksiomatik harus diuji validasi kebenarannya maka dapat ditelusuri untuk menurunkan model-model ekonomi yang dapat digunakan dalam ilmu fisika sendiri kita kenal dalam hukum indeterminisme heisenberg, yang mengatakan bahwa “pengukuran sebuah partikel tidak dapat diterapkan secara pasti karena selalu bergerak menurut hukum-hukum partikel yang bertemu. Semakin akurat kita melakukan pengukuran maka semakin tinggi tingkat kesalahan. Maka si pengamat dalam hal ini pemanah akan mengalami kesulitan untuk memanah burung. Berdasarkan hukum indeterminanisme hukum fisika sendiri pun tidak bebas nilai apalagi dalam ilmu-ilmu sosial. Mengapa dalam ilmu sosial (ekonomi) tidak bisa menganut bebas nilai karena ekonomikus (sayap yang kuat akan menjadi lemah). Hampir semua perang, motifnya ekonomi. Perang diperkenankan karena akan mendapat keuntungan. Paling tidak senjata yang disimpan di gudang, akan laku keras.



Mengapa para ilmuwan menggunakan bebas nilai:
  1. Karena mereka memandang ilmu itu ada dibuku/ ada di kepala dalam bentuk simpanan informasi/digital konsekuensinya adalah mahasiswa saya dalam membuat skripsi, tukang kutak katik. (menurut ini, menurut itu) yang mampu menjalankan sintesa adalah berfikir. Otak tidak bisa berfikir, dia hanya menyimpan informasi sebagaimana CPU di komputer. Yang dimaksud ilmu adalah bukan yang ada di buku. Buku adalah produk kretifitas seseorang.
  2. Lihat catatan sejarah munculnya science eropa yang selalu menjauhkan diri dari aspek moral. Dalam IE, sebenarnya Adam Smith sudah memasukkan konsep moral dalam penalaran ekonomi. (tangan gaib) Adam Smith adalah ahli filsafat moral. Maka yang disebut tangan gaib adalah moralnya. Makin lama tangan gaib lenyap. Orang barat tidak pernah mengenal ilmu. Yang mereka kenal adalah science. Ilmu dikenal di Timur Tengah. Pengertian ilmu lebih luas dari science. Ilmu pengetahuan/science = ilmu gaib.

Keunggulan Barat adalah science/empiris      Menyatukan kembali science sebagai
ilmu/Barat dan Timur.
Keunggulan Timur Tengah adalah Ilmu.       

Abad millenium 21 adalah abad spiritual (abad baru).

Atau dengan kata lain manusia akan kembali ke spiritual.
Soal:
  1. Beri ulasan tentang bebas nilai dalam penalaran IE, setuju/tidak, apa konsekuensinya bagi orang bebas nilai, contoh dalam politik.
  2. Tulis dan ulang kembali, sebab-sebab science di Eropa.
  3. George Sores mengatakan, harga suatu barang ditentukan oleh P barang itusendiri. Teori of reflection, kaitkan dengan istilah technostruktur dari galbert tentang sistem planning.


Pengantar IE Humanistik Kedirian
“Lahirnya Pemikiran Humanistik Economies”

Para ahli ekonomi sudah muak melihat landasan filsafat yang digunakan saat ini. Landasan filsafat sangat tipis yang memungkinkan teori ekonomi kontemporer menjurus pada nihilisme yaitu kekosongan nilai-nilai spiritual yang terdapat dalam IE, karena manusia itu dipotong-potong sedemikian rupa dimana ahli ekonomi memandang manusia itu homoekonomikus yang kerjanya makan sebanyak-banyaknya. Yang berarti kepuasan konsumsi maximum, dengan kata lain, teori yang dikembangkan adalah TE kreatifitas sehingga dengan demikian teori permintaan dan penawaran dibagi dua:
                    Objektif            P
 Teori D
                    Subjektif                    D1      D2
                                                                         Q

Kurva D2 = objektif yang didasarkan oleh pengembangan kreatifitas karena uang yang dimiliki seseorang telah dijamin validitasnya.
Kurva D1 = kurva permintaan yang tidak dilandasi kreatifitas. Kurva subjektif .

Buku-buku yang diterbitkan oleh Hidayat:
  1. Karsa Membangun IP
  2. Membangun IP Berlandaskan Ideologi
  3. 10 Ilmu Humanika
  4. IE Humanistik
  5. .........., dan lain-lain (beratus-ratus makalah yang telah disebarluaskan)

Ada dua temuan yang dijadikan landasan pembangunan:
  1. Azas keunikan sistem kedirian yang mengatakan tidak ada satu pun yang sama, bahkan anak kembar sekalipun.
  2. Azas Hierarki sistem kedirian, yang menghendaki bahwa setiap objek memiliki jenjang /hierarki dimana objek tersebut mewarga.
Saya sebagai dosen FE harus tunduk kepada jenjang-jenjang aturan di Fakultas, dst.
Bumi terikat dengan sistem matahari.
Kedua azas tersebut bukan untuk dipertentangkan tetapi memiliki hubungan yang harmonis. Azas kekeluargaan memiliki TE baru dimana tiap pasangan bukan untuk dipertentangkan sebagai konflik tetapi merupakan pasangan yang harmonis mengikuti yin dan yang.
Apa yang dikembangkan sampai sekarang belum mendapat respon dari ahli-ahli ekonomi yang lain.























pusuk sembalun lombok timur

sembalun, , , , , , , , , , , merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten lombok timur cuiyyy , , , ,d mana daerah ini banyak yang minati untuk tempat menghibur hati oleh para wisatawan,,,,,,,,,,,,,,,,,

Senin, 27 Agustus 2012

gotongroyong

gotongroyong menjadikan kita selalu bersama dan menjadi kekuatan yang amat sangat itu perinsip kami di TBJ tanah air q yang mejadikan ku selalu belajar akan pentingnya kebersamaan
gotongroyong menjadikan kita selalu bersama dan menjadi kekuatan yang amat sangat itu perinsip kami di TBJ tanah air q yang mejadikan ku selalu belajar akan pentingnya kebersamaan

Senin, 02 Juli 2012

muhammad rizky syakban itulah nama yang diberikan oleh orang tuaku